Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Filosofi pendidikan
Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran.
Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya."[rujukan?]
Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.
Fungsi pendidikan
Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:
Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
Melestarikan kebudayaan.
Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.
Fungsi laten lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.
Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.
Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya.
Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.
Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
1.Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
2.Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
3.Menjamin integrasi sosial.
4.Sekolah mengajarkan corak kepribadian.
5.Sumber inovasi sosial.
Minggu, 29 Juli 2012
Jumat, 11 Mei 2012
KORUPSI DI INDONESIA | MUSTAHIL DIBERANTAS!
Hampir setiap hari saya melihat, membaca, dan mendengar masalah korupsi ini. Mulai dari kejaksaan, kepolisian, bea cukai, dirjen pajak, dan lain-lainnya. Saya tidak tahu kenapa media memblow-up segala sesuatu tentang KKN ini. Apakah karena kebebasan pers atau karena “tidak dapat bagian.” Coba bayangkan, jika anda tiap hari disuguhi tayangan kayak gini apa tidak bosen ? Saya saja sampai mual mendengar segala sesuatu yang berbau kolusi, korupsi, dan nepotisme ini. Memang sudah banyak tindakan yang dilakukan oleh “kaum putih” untuk melawan “kaum hitam”, tetapi saya tetap pesimis Indonesia bisa bebas dari KKN. Jangan kira masalah korupsi ini hanya dialami oleh negara kita ini, seluruh dunia juga mengalami keadaan yang sama. Hanya ada satu tempat saja dimana kita tidak menemukan korupsi ini, yaitu di surga!
SUSNO DUAJI, GAYUS TAMBUNAN, MISBAHKUN, DAN BAHASJIM
Kalau tidak salah, urut-urutan masalah yang kita lihat saat ini adalah :
Pembunuhan Nazarudin Zulkarnaen
Rekayasa kasus Antasari Azar
Rekayasa kasus Bibit dan Chandra
Makelar kasus Anggodo dan Anggoro
Pengakuan Williardi Wizard
Century gate
Pengakuan Susno Duaji
Korupsi pegawai pajak Gayus Tambunan
Kasus mantan pegawai pajak Bahasyim
Sjahrir Djohan raja Markus
LC fiktif Misbahkun
Jika disingkat menjadi lembaga negara, maka kasus ini meliputi Kepolisian, kejaksaan, KPK, bank Indonesia, Dirjen pajak, dan DPR. Jadi, apa yang ada dalam pikiran anda saat ini ? Mungkinkah korupsi di Indonesia ini diberantas ? Saya pesimis ! Mari kita lihat kasus Susno sejenak. Apakah tindakan Susno ini patut diacungi jempol ? Saya angkat empat jempol saya malahan, namun saya yakin perjuangannya bakalan membentur tembok. Berapa musuh Susno ? Berapa teman Susno ? Berapa banyak orang yang masih memiliki nurani dan rasa keadilan ? Apakah mereka berpangkat ? Saya cuma orang biasa yang merindukan keadilan di kehidupan ini, namun seringkali tidak mendapatkannya. Masyarakat Indonesia adalah pendukung Susno tetapi lembaga negara adalah musuh Susno. Siapakah yang menang ? Anda bisa menebak jawabannya.
Saya heran dengan Gayus, heran karena gajinya yang besar. Kurang lebih 14 juta sebulan, gilaa ! Gaji sebesar itu sudah cukup untuk makan minum enak tiap hari, tapi masih sempet- sempet korupsi ! Tukang becak di depan tempat kerja saya sehari cuman dapat 40.000 rupiah, kerja dari pagi pukul 09.00 sampai 21.00. Makannya nasi bungkus dan ngemper, kalo dikasih lima ribu rupiah saja senang sekali. Pegawai saya kerja dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00 sebulan dapat UMR, tiap hari bawa makanan dari rumah, menunya nasi putih, ikan asin, telor dadar, dan sambal. Sebulan sekali makan nasi bebek seharga 7.000 rupiah. Dikasih rokok satu batang aja terima kasihnya gak berhenti-berhenti. Saya tiap bulan gaji gak sampe 10 juta, tapi bisa maka sehari tiga kali dan tiap minggu makan di luar. Ini Gayus gaji diatas sepuluh juta sebulan masih bisa-bisanya korupsi ! Gila nggak ? Mau dibuat apa duitnya ? Gak tanggung –tanggung 25 Milyar rupiah ! Berapa nilainya ? 25 kali 100 juta ! Pernah megang uang 100 juta ? Coba kali 25 dan masukkan dompet. Cukup nggak ?
Setahun yang lalu saya mulai membayar pajak penghasilan. Sejujurnya saya tidak mau bayar pajak, karena tahu kalau hasil akhirnya seperti ini, tetapi karena ada warisan dari orangtua saya yang mengharuskan saya memiliki NPWP maka saya dengan berat hati mendaftarkan diri saya sebagai pengusaha kena pajak. Tiap bulan saya bekerja, 6 hari dalam seminggu, 12 jam sehari, makan bayar sendiri, beli baju sendiri, bayar listrik, bayar air, dan bayar bensin kendaraan dengan keringat saya sendiri. Tiap bulan saya di pajaki oleh pemerintah yang tidak membantu kehidupan saya sama sekali. Apa hak pemerintah meminta hasil kerja keras saya ? Mereka tidak memberi saya uang, tidak memberi saya pekerjaan, dan tidak menjamin masa depan saya. Mengapa saya harus kasih uang ke pemerintah ? Apa bedanya dengan preman di pinggir jalan ? Hati saya sakit mendengar jerih payah saya masuk ke kantong Gayus yang tidak saya kenal dan tidak pernah memberikan sesuatu untuk kesejahteraan saya.
Saya mempunyai kesan jelek terhadap pegawai pajak, teman saya pernah kena operasi pajak ini di tempat kerjanya. Kebetulan si “oknum” ini menemukan nota yang tercecer di mejanya. Jumlah notanya penjualannya kurang lebih 10 juta, maklum langganan gede. Terus si oknum menghitung jumlah pajak yang digelapkan teman saya. Dia tanya udah berapa lama tokonya buka, kemudian melanjutkan menghitung. Akhirnya ketahuan jumlah omzetnya, Rp 3,6 milyar setahun, hutang pajaknya 300 juta setahun dikali umur tokonya. Hah ? Bagaimana menghitungnya ? 10 juta dikali 30 hari dikali 12 bulan ! Pinter nggak orang yang digaji diatas 10 juta sebulan ini ? Dia gak mikir untungnya hanya 5.000 sampe 10.000 doaaang. Terus fatalnya, nilai di atas hanya jumlahnya, belum ditambah bunga pajak terhutang, dan sanksi pidananya. Coba anda bayangkan, mungkinkah pegawai ecek-ecek seperti Gayus punya 25 milyar ? Sebaliknya, berapa kekayaan orang yang pangkatnya lebih tinggi dari Gayus ? Atasannya, pimpinan wilayahnya, bos provinsinya, dan terakhir kepala pajak se Indonesia ? Mungkin bos Gayus bilang dalam hatinya, “Yusss….Gayus…elo kurang kerja keras, masa cuman dapet 25 Milyar doaang !”
Di lain pihak, seorang pengusaha harus mempunyai keberanian, perhitungan, dan mental penjudi. Dia membeli barang seharga 10.000 rupiah kemudian menjualnya dengan harga 12.000 rupiah. Untuk tiap 100 biji barang yang berhasil dijualnya dia hanya memperoleh keuntungan 200.000 rupiah. Sedangkan modalnya adalah 1.000.000 rupiah. Resikonya adalah barang tersebut tidak laku dijual, rusak, dan expire. Ketika pengusaha untung, keuntungannya ditariki pajak. Ketika pengusaha rugi, dia juga harus bayar pajak untuk menghindari diperiksa petugas pajak. Pemerintah, menang atau kalah tetep menang ! Pantaskah orang seperti Gayus ini hidup ? Coba pak Gayus buka usaha sendiri….lalu saya tak mampir sebagai petugas pajak ! Saya cuman bisa mengelus-elus dada dan berkata dalam hati, “Biar Tuhan yang membalas !”
Benarkah pahlawan sejati atau ada maksud lainnya ? Tunggu saja !
KEADILAN DAN KEBENARAN ? MIMPI KALI !!!!
Kembali ke kasus Susno, akankah Susno mendapatkan keadilan ? Pertanyaanya adalah keadilan dari mana ? DPR ? Rasanya salah masuk, di sana itu dedengkotnya ! Gak percaya ? Coba liat undang – undang yang dibuat oleh wakil rakyat kita ini. Undang – undang pornografi, undang – undang halal, undang – undang ini, UU itu, UU apa lagi….Untuk apa tujuannya ? Buang – buang duit ! Di tengah krisis ini, mereka malah minta supaya tempat tinggalnya direnovasi, gajinya dinaikkan, dan minta tunjangan ini serta tunjangan itu. Bedanya, wakil rakyat melakukan hal ini secara legal. Caranya buat undang – undang dulu lalu disahkan. Salah nggak ? Legal nggak ? Halal nggak ? Jawabannya Ya !
Masih gak percaya kalau keadilan yang diharapkan Susno hanya sebatas mimpi ? pernah liat acara sidang DPR yang lalu – lalu ? Pernakah ke TK atau play group ? Apa bedanya ? Mana yang lebih gampang diatur ? Pantasan Gus Dur pernah bilang, “Kayak anak TK !”
Apa yang saya sampaikan di sini dapat disingkat dengan satu kalimat, yaitu :
“Power tends to Corrupt !”
Pernahkah anda menanyakan kepada diri anda sendiri, mengapa anda ingin menjadi pimpinan ? Saya pernah, dan jawaban saya adalah untuk memperoleh uang yang banyak, kerja santai, dan ditakuti orang – orang. Nah, mengapa akhir – akhir ini banyak orang seakan-akan berlomba – lomba untuk menjadi walikota, bupati, gubernur, anggota DPR, atau presiden ? Apa sebenarnya tujuannya ? Mensejahterakan rakyat ? Membawa negara ini kepada masyarakat adil dan makmur ?
Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Sekarang ini sudah berumur 65 tahun, bagaimana keadaan ekonomi anda ? Lebih baik dari tahun kemarin ? Apakah harta anda bertambah ? Tabungan anda lebih banyak ? Rumah anda dari satu menjadi dua ? Saya rasa banyak dari anda akan menjawab tidak ! Anak bertambah mungkin ! Baiklah, saya ajak untuk menatap masa depan sedikit. Bagaimana prediksi anda untuk tahun depan ? Lebih baik atau lebih buruk ? He…he…he…. Siapakah yang harus disalahkan ?
Saya akan menjawab bahwa salah anda sendiri ! Siapa yang memilih Adjie Massaid menjadi anggota DPR ? Siapa yang memilih Julia Perez jadi bupati Pacitan ? Siapa yang memilih pakde Karwo jadi gubernur ? Siapa yang memilih SBY jadi presiden ? Siapa yang memilih Megawai jadi presiden ? Mana ada bintang film jadi wakil rakyat kalau bukan di Indonesia (dan California). Kalo untuk pelawak jadi wakil rakyat mungkin hanya di Indonesia…he…he…he… Apakah mereka- mereka yang kerjanya menghibur dan berakitng ini yang menjadi harapan kita mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur ? Jangan mimpi !
Di satu sisi saya akan tetap berpikiran positif bahwa tidak semua pegawai pemerintah berhati busuk serta berjiwa koruptor. Ada orang yang masih mempunyai nurani dan beragama, salah satu teman saya temasuk salah satunya. Malangnya, jumlah orang baik dibandingkan orang jahat adalah 1 banding 1000 (mungkin lebih). Karena itu mereka lebih banyak diam, daripada di mutasi atau dipecat ! Lagian orang – orang baik ini biasanya tidak menduduki jabatan karena tidak mau mengikuti arus !
SEKEDAR HARAPAN KOSONG
Kritik tanpa solusi adalah kejam, meskipun saya ragu terhadap penegakan keadilan di Indonesia toh saya tetap mempunyai harapan bahwa masa depan kita akan lebih baik. Saya rasa saran ini bisa membebaskan kita dari korupsi :
Hapuskan pajak. Nah, tidak ada yang bisa dikorupsi bukan ?
Hapuskan bea cukai. Ini juga sarang korupsi ! Kita beli barang pake uang kita sendiri, ngapain harus bayar ke pemerintah untuk sesuatu yang tidak ada manfaatnya bagi kita.
Bubarkan DPR atau MPR. Kita bayar 500 orang lebih untuk bikin undang-undang yang tidak ada gunanya !
Hukum pejabat yang diduga korupsi. Gampang caranya, tanya berapa gaji sebulan mereka dan berapa lama mereka bekerja, lalu dikalikan. Kalo jumlahnya lebih besar dari hasilnya langsung pecat dan suruh mereka mengembalikan kelebihannya ke negara. (Ini cara orang pajak ternyata efektif juga! He…he…he…)
Susno, Antasari, Bibit dan Chandra dijadikan pejabat pemerintahan. Iya, kan mereka bersih. Susno jadi kapolri, Antasari jadi Presiden, Bibit dijadikan wakil presiden, dan Chandra dijadikan Mentri keuangan.
Dan seterusnya yang masuk akal dan gampang dilakukan. He...he...he...
SUSNO DUAJI, GAYUS TAMBUNAN, MISBAHKUN, DAN BAHASJIM
Kalau tidak salah, urut-urutan masalah yang kita lihat saat ini adalah :
Pembunuhan Nazarudin Zulkarnaen
Rekayasa kasus Antasari Azar
Rekayasa kasus Bibit dan Chandra
Makelar kasus Anggodo dan Anggoro
Pengakuan Williardi Wizard
Century gate
Pengakuan Susno Duaji
Korupsi pegawai pajak Gayus Tambunan
Kasus mantan pegawai pajak Bahasyim
Sjahrir Djohan raja Markus
LC fiktif Misbahkun
Jika disingkat menjadi lembaga negara, maka kasus ini meliputi Kepolisian, kejaksaan, KPK, bank Indonesia, Dirjen pajak, dan DPR. Jadi, apa yang ada dalam pikiran anda saat ini ? Mungkinkah korupsi di Indonesia ini diberantas ? Saya pesimis ! Mari kita lihat kasus Susno sejenak. Apakah tindakan Susno ini patut diacungi jempol ? Saya angkat empat jempol saya malahan, namun saya yakin perjuangannya bakalan membentur tembok. Berapa musuh Susno ? Berapa teman Susno ? Berapa banyak orang yang masih memiliki nurani dan rasa keadilan ? Apakah mereka berpangkat ? Saya cuma orang biasa yang merindukan keadilan di kehidupan ini, namun seringkali tidak mendapatkannya. Masyarakat Indonesia adalah pendukung Susno tetapi lembaga negara adalah musuh Susno. Siapakah yang menang ? Anda bisa menebak jawabannya.
Saya heran dengan Gayus, heran karena gajinya yang besar. Kurang lebih 14 juta sebulan, gilaa ! Gaji sebesar itu sudah cukup untuk makan minum enak tiap hari, tapi masih sempet- sempet korupsi ! Tukang becak di depan tempat kerja saya sehari cuman dapat 40.000 rupiah, kerja dari pagi pukul 09.00 sampai 21.00. Makannya nasi bungkus dan ngemper, kalo dikasih lima ribu rupiah saja senang sekali. Pegawai saya kerja dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00 sebulan dapat UMR, tiap hari bawa makanan dari rumah, menunya nasi putih, ikan asin, telor dadar, dan sambal. Sebulan sekali makan nasi bebek seharga 7.000 rupiah. Dikasih rokok satu batang aja terima kasihnya gak berhenti-berhenti. Saya tiap bulan gaji gak sampe 10 juta, tapi bisa maka sehari tiga kali dan tiap minggu makan di luar. Ini Gayus gaji diatas sepuluh juta sebulan masih bisa-bisanya korupsi ! Gila nggak ? Mau dibuat apa duitnya ? Gak tanggung –tanggung 25 Milyar rupiah ! Berapa nilainya ? 25 kali 100 juta ! Pernah megang uang 100 juta ? Coba kali 25 dan masukkan dompet. Cukup nggak ?
Setahun yang lalu saya mulai membayar pajak penghasilan. Sejujurnya saya tidak mau bayar pajak, karena tahu kalau hasil akhirnya seperti ini, tetapi karena ada warisan dari orangtua saya yang mengharuskan saya memiliki NPWP maka saya dengan berat hati mendaftarkan diri saya sebagai pengusaha kena pajak. Tiap bulan saya bekerja, 6 hari dalam seminggu, 12 jam sehari, makan bayar sendiri, beli baju sendiri, bayar listrik, bayar air, dan bayar bensin kendaraan dengan keringat saya sendiri. Tiap bulan saya di pajaki oleh pemerintah yang tidak membantu kehidupan saya sama sekali. Apa hak pemerintah meminta hasil kerja keras saya ? Mereka tidak memberi saya uang, tidak memberi saya pekerjaan, dan tidak menjamin masa depan saya. Mengapa saya harus kasih uang ke pemerintah ? Apa bedanya dengan preman di pinggir jalan ? Hati saya sakit mendengar jerih payah saya masuk ke kantong Gayus yang tidak saya kenal dan tidak pernah memberikan sesuatu untuk kesejahteraan saya.
Saya mempunyai kesan jelek terhadap pegawai pajak, teman saya pernah kena operasi pajak ini di tempat kerjanya. Kebetulan si “oknum” ini menemukan nota yang tercecer di mejanya. Jumlah notanya penjualannya kurang lebih 10 juta, maklum langganan gede. Terus si oknum menghitung jumlah pajak yang digelapkan teman saya. Dia tanya udah berapa lama tokonya buka, kemudian melanjutkan menghitung. Akhirnya ketahuan jumlah omzetnya, Rp 3,6 milyar setahun, hutang pajaknya 300 juta setahun dikali umur tokonya. Hah ? Bagaimana menghitungnya ? 10 juta dikali 30 hari dikali 12 bulan ! Pinter nggak orang yang digaji diatas 10 juta sebulan ini ? Dia gak mikir untungnya hanya 5.000 sampe 10.000 doaaang. Terus fatalnya, nilai di atas hanya jumlahnya, belum ditambah bunga pajak terhutang, dan sanksi pidananya. Coba anda bayangkan, mungkinkah pegawai ecek-ecek seperti Gayus punya 25 milyar ? Sebaliknya, berapa kekayaan orang yang pangkatnya lebih tinggi dari Gayus ? Atasannya, pimpinan wilayahnya, bos provinsinya, dan terakhir kepala pajak se Indonesia ? Mungkin bos Gayus bilang dalam hatinya, “Yusss….Gayus…elo kurang kerja keras, masa cuman dapet 25 Milyar doaang !”
Di lain pihak, seorang pengusaha harus mempunyai keberanian, perhitungan, dan mental penjudi. Dia membeli barang seharga 10.000 rupiah kemudian menjualnya dengan harga 12.000 rupiah. Untuk tiap 100 biji barang yang berhasil dijualnya dia hanya memperoleh keuntungan 200.000 rupiah. Sedangkan modalnya adalah 1.000.000 rupiah. Resikonya adalah barang tersebut tidak laku dijual, rusak, dan expire. Ketika pengusaha untung, keuntungannya ditariki pajak. Ketika pengusaha rugi, dia juga harus bayar pajak untuk menghindari diperiksa petugas pajak. Pemerintah, menang atau kalah tetep menang ! Pantaskah orang seperti Gayus ini hidup ? Coba pak Gayus buka usaha sendiri….lalu saya tak mampir sebagai petugas pajak ! Saya cuman bisa mengelus-elus dada dan berkata dalam hati, “Biar Tuhan yang membalas !”
Benarkah pahlawan sejati atau ada maksud lainnya ? Tunggu saja !
KEADILAN DAN KEBENARAN ? MIMPI KALI !!!!
Kembali ke kasus Susno, akankah Susno mendapatkan keadilan ? Pertanyaanya adalah keadilan dari mana ? DPR ? Rasanya salah masuk, di sana itu dedengkotnya ! Gak percaya ? Coba liat undang – undang yang dibuat oleh wakil rakyat kita ini. Undang – undang pornografi, undang – undang halal, undang – undang ini, UU itu, UU apa lagi….Untuk apa tujuannya ? Buang – buang duit ! Di tengah krisis ini, mereka malah minta supaya tempat tinggalnya direnovasi, gajinya dinaikkan, dan minta tunjangan ini serta tunjangan itu. Bedanya, wakil rakyat melakukan hal ini secara legal. Caranya buat undang – undang dulu lalu disahkan. Salah nggak ? Legal nggak ? Halal nggak ? Jawabannya Ya !
Masih gak percaya kalau keadilan yang diharapkan Susno hanya sebatas mimpi ? pernah liat acara sidang DPR yang lalu – lalu ? Pernakah ke TK atau play group ? Apa bedanya ? Mana yang lebih gampang diatur ? Pantasan Gus Dur pernah bilang, “Kayak anak TK !”
Apa yang saya sampaikan di sini dapat disingkat dengan satu kalimat, yaitu :
“Power tends to Corrupt !”
Pernahkah anda menanyakan kepada diri anda sendiri, mengapa anda ingin menjadi pimpinan ? Saya pernah, dan jawaban saya adalah untuk memperoleh uang yang banyak, kerja santai, dan ditakuti orang – orang. Nah, mengapa akhir – akhir ini banyak orang seakan-akan berlomba – lomba untuk menjadi walikota, bupati, gubernur, anggota DPR, atau presiden ? Apa sebenarnya tujuannya ? Mensejahterakan rakyat ? Membawa negara ini kepada masyarakat adil dan makmur ?
Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Sekarang ini sudah berumur 65 tahun, bagaimana keadaan ekonomi anda ? Lebih baik dari tahun kemarin ? Apakah harta anda bertambah ? Tabungan anda lebih banyak ? Rumah anda dari satu menjadi dua ? Saya rasa banyak dari anda akan menjawab tidak ! Anak bertambah mungkin ! Baiklah, saya ajak untuk menatap masa depan sedikit. Bagaimana prediksi anda untuk tahun depan ? Lebih baik atau lebih buruk ? He…he…he…. Siapakah yang harus disalahkan ?
Saya akan menjawab bahwa salah anda sendiri ! Siapa yang memilih Adjie Massaid menjadi anggota DPR ? Siapa yang memilih Julia Perez jadi bupati Pacitan ? Siapa yang memilih pakde Karwo jadi gubernur ? Siapa yang memilih SBY jadi presiden ? Siapa yang memilih Megawai jadi presiden ? Mana ada bintang film jadi wakil rakyat kalau bukan di Indonesia (dan California). Kalo untuk pelawak jadi wakil rakyat mungkin hanya di Indonesia…he…he…he… Apakah mereka- mereka yang kerjanya menghibur dan berakitng ini yang menjadi harapan kita mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur ? Jangan mimpi !
Di satu sisi saya akan tetap berpikiran positif bahwa tidak semua pegawai pemerintah berhati busuk serta berjiwa koruptor. Ada orang yang masih mempunyai nurani dan beragama, salah satu teman saya temasuk salah satunya. Malangnya, jumlah orang baik dibandingkan orang jahat adalah 1 banding 1000 (mungkin lebih). Karena itu mereka lebih banyak diam, daripada di mutasi atau dipecat ! Lagian orang – orang baik ini biasanya tidak menduduki jabatan karena tidak mau mengikuti arus !
SEKEDAR HARAPAN KOSONG
Kritik tanpa solusi adalah kejam, meskipun saya ragu terhadap penegakan keadilan di Indonesia toh saya tetap mempunyai harapan bahwa masa depan kita akan lebih baik. Saya rasa saran ini bisa membebaskan kita dari korupsi :
Hapuskan pajak. Nah, tidak ada yang bisa dikorupsi bukan ?
Hapuskan bea cukai. Ini juga sarang korupsi ! Kita beli barang pake uang kita sendiri, ngapain harus bayar ke pemerintah untuk sesuatu yang tidak ada manfaatnya bagi kita.
Bubarkan DPR atau MPR. Kita bayar 500 orang lebih untuk bikin undang-undang yang tidak ada gunanya !
Hukum pejabat yang diduga korupsi. Gampang caranya, tanya berapa gaji sebulan mereka dan berapa lama mereka bekerja, lalu dikalikan. Kalo jumlahnya lebih besar dari hasilnya langsung pecat dan suruh mereka mengembalikan kelebihannya ke negara. (Ini cara orang pajak ternyata efektif juga! He…he…he…)
Susno, Antasari, Bibit dan Chandra dijadikan pejabat pemerintahan. Iya, kan mereka bersih. Susno jadi kapolri, Antasari jadi Presiden, Bibit dijadikan wakil presiden, dan Chandra dijadikan Mentri keuangan.
Dan seterusnya yang masuk akal dan gampang dilakukan. He...he...he...
Minggu, 15 April 2012
RECOUNT TEXT
Mari memahami recount text lebih dekat... Jika sobat masih bingung cara membuat recount text, alangkah baiknya sobat baca tulisan ini. Mungkin saja penjelasan tentang recount text ini bisa membantu mempermudah pemahaman jenis teks yang "konon" mirip dengan narrative text ini.
Jika dalam narrative text, ada sebuah komplikasi atau masalah yang muncul dalam sebuah cerita; maka berbeda dengan recount text. Apa sih bedanya? Oke kita lanjutkan, dalam recount text, yang ada hanya sebuah peristiwa saja (event); serta urutan-urutan ceritanya tertata rapi. (Note: Mohon maaf saya bukan guru bahasa Inggris, saya sebenarnya lebih setuju jika recount text ini dikatakan sebagai nenek moyang narrative text. Meski dalam linguistics saya belum menemukan 'kata yang pas' untuk jenis teks ini).
Untuk lebih jelas, mari kita pahami keterangan berikut.
Pengertian Recount Text
Secara harfiah, recount bermakna "menceritakan". Jadi recount text bisa diartikan sebagai "Text yang menceritakan". Jika mengacu pada keterangan di buku-buku sekolah (baca : Buku Bahasa Inggris SMP / SMA) recount text adalah a text that telling the reader about one story, action or activity. Its goal is to entertaining or informing the reader. (sebuah teks yang menceritakan sebuah cerita, aksi ataupun aktifitas. Tujuan recount text adalah untuk menghibur atau menginformasikan pembaca.)
Generic Structure Dari Recount Text
Generic structure (susunan umum) recount text ini terdiri dari:
Orientation tells who was involved, what happened, where the events took place, and when it happened. ("Orientation" menceritakan siapa saja yang terlibat dalam cerita, apa yang terjadi, di mana tempat peristiwa terjadi, dan kapan terjadi peristiwanya)
Events tell what happened and in what sequence. ("Event" menceritakan apa yang terjadi (lagi) dan menceritakan urutan ceritanya)
Reorientation consists of optional-closure of events/ending. ("Reorientation" berisi penutup cerita / akhir cerita)
Contoh Recount Text (1)
My Adolescence
I had my adolescence when I was thirteen.
It started with acne that showed up on my face. It was very annoying. It lowered my self-esteem and I was embarrassed to come out of my house and play with friends.
Fortunately, my Mum gave me a good medicine. In three weeks, the acnes started to vanish although those showed some black spots in my face.
That was my bad experience with adolescence, though there were still lots of good experience too.
Analisa :
Orientation : Paragraf pertama, (I had my adolescence when I was thirteen)
Events : Paragraf kedua dan ketiga.
Reorientation : Paragraf keempat (terakhir)
Contoh Recount Text (2) - Liburan
My Holiday in Bali
ditulis oleh Annisa Aulia Saharani
When I was 2nd grade of senior high school, my friends and I went to Bali. We were there for three days. I had many impressive experiences during the vacation.
First day, we visited Sanur Beach in the morning. We saw the beautiful sunrise together. It was a great scenery. Then, we checked in to the hotel. After prepared our selves, we went to Tanah Lot. We met so many other tourists there. They were not only domestic but also foreign tourists.
Second day, we enjoyed the day on Tanjung Benoa beach. We played so many water sports such as banana boat, jetsky, speedboat etc. We also went to Penyu island to see many unique animals. They were turtles, snakes, and sea birds. We were very happy. In the afternoon, we went to Kuta Beach to see the amazing sunset and enjoyed the beautiful wave.
The last day, we spent our time in Sangeh. We could enjoy the green and shady forest. There were so many monkies. They were so tame but sometimes they could be naughty. We could make a close interaction with them. After that, we went to Sukowati market for shopping. That was my lovely time. I bought some Bali T-Shirt and souvenirs.
In the evening, we had to check out from the hotel. We went back home bringing so many amazing memories of Bali.
Contoh Recount Text (3) - Liburan
A Beautiful Day at Jogja
ditulis oleh Arsianti Dewi
Last week, my friends and I went to Jogja. We visited many places.
First, we visited Parangtritis beach. The sun shone brightly and the scenery was very beautiful there. We felt the wind blew across to us. We also saw a lot of people in that beach. There werw many birds flew in the sky. Also, there were many sellers who sold many kinds of souvenirs. Second, we visited Gembira Loka Zoo. We saw many kinds of animals there such as monkeys, tigers, crocodiles, snakes, etc. We looked around in that Zoo, and also took pictures of those animals. Then, we felt hungry, so we went to a restaurant. As soon as we finished our lunc, we decided to go home.
For me, that was a beautiful day. we really enjoyed it, and I hope I could visit Jogja again.
Contoh Recount Text (4) - Pengalaman
My First Experience to Ride Motorcycle
ditulis oleh Resdwitarini
One day, when I was ten years old, my father bought an old motorcycle. That was " Honda 75". I think it was small light object and easy to ride it. I persuaded my father to teach me to ride " Honda 75 ". Firstly, my father refused my request and promised that he would teach me two or three years later, but I still whimpered. Finally, my father surrendered and promised to teach me.
He began to teach me riding the motorcycle around a field in my village. My father was very patient to give me some directions. I was very happy when I realized my ability to ride a motorcycle. " Yes, I can ".
One day later, when I was alone at home, I intended to try my riding ability. So, myself tried bravely. All ran fluently in the beginning, but when I was going back to my home and I must passed through a narrow slippery street, I got nervous. I lost my control and I fell to the ditch.
After that, I told my father about the last accident. I imagined my father would be angry and never let me ride again. But the reality is exactly on the contrary, my father was very proud of me. He just gave me some advices and since that accident, I got my father's permission to ride motorcycle.
Contoh Recount Text (5) - Diary
A Page from A Girl's Diary
ditulis oleh Pratama Lysa Hapsari
Tuesday, September 30th, 2008
It was takbiran night. It was also my birthday, and nothing happened. Or I had thought nothing would happen, but I was wrong.
That night, I was watching television with my family when I heard someone lit fireworks in my front yard. I peeped trough my window glass but could see nothing. It was very dark outside. Then I thought it had to be my cousins who lit the fireworks. Then I plopped down on my sofa again and tried to concentrate on the television since my mind raced with disappointment that no one gave something special on my birthday. I shrugged, it was almost the end of the day and I became pessimist. Five minutes later my mobile beeped. It was a text from my friend asking me to come out. Wondering what was going on, I grabbed my jacket and hurried to the front door. I was surprised to see her bring a bag full of firework and fire drills. Next I was surprised to see my other friend come out from the darkness. She brought a beautiful birthday cake on her hands. Oh my God! I shrieked. Then they gave the cake to me who was too stunned to say anything. I realized I was blushing furiously because my whole family was watching. Not to mention my neighbors too!
A plain day, or I thought it was before, turned out to be one of the greatest moment in my life. I didn’t even know how to describe what I felt. Happy was the simplest word.
Mudah bukan? Intinya dalam recount text ini isi cerita biasanya berurutan, seperti contoh-contoh di atas, itu saja.
Jika dalam narrative text, ada sebuah komplikasi atau masalah yang muncul dalam sebuah cerita; maka berbeda dengan recount text. Apa sih bedanya? Oke kita lanjutkan, dalam recount text, yang ada hanya sebuah peristiwa saja (event); serta urutan-urutan ceritanya tertata rapi. (Note: Mohon maaf saya bukan guru bahasa Inggris, saya sebenarnya lebih setuju jika recount text ini dikatakan sebagai nenek moyang narrative text. Meski dalam linguistics saya belum menemukan 'kata yang pas' untuk jenis teks ini).
Untuk lebih jelas, mari kita pahami keterangan berikut.
Pengertian Recount Text
Secara harfiah, recount bermakna "menceritakan". Jadi recount text bisa diartikan sebagai "Text yang menceritakan". Jika mengacu pada keterangan di buku-buku sekolah (baca : Buku Bahasa Inggris SMP / SMA) recount text adalah a text that telling the reader about one story, action or activity. Its goal is to entertaining or informing the reader. (sebuah teks yang menceritakan sebuah cerita, aksi ataupun aktifitas. Tujuan recount text adalah untuk menghibur atau menginformasikan pembaca.)
Generic Structure Dari Recount Text
Generic structure (susunan umum) recount text ini terdiri dari:
Orientation tells who was involved, what happened, where the events took place, and when it happened. ("Orientation" menceritakan siapa saja yang terlibat dalam cerita, apa yang terjadi, di mana tempat peristiwa terjadi, dan kapan terjadi peristiwanya)
Events tell what happened and in what sequence. ("Event" menceritakan apa yang terjadi (lagi) dan menceritakan urutan ceritanya)
Reorientation consists of optional-closure of events/ending. ("Reorientation" berisi penutup cerita / akhir cerita)
Contoh Recount Text (1)
My Adolescence
I had my adolescence when I was thirteen.
It started with acne that showed up on my face. It was very annoying. It lowered my self-esteem and I was embarrassed to come out of my house and play with friends.
Fortunately, my Mum gave me a good medicine. In three weeks, the acnes started to vanish although those showed some black spots in my face.
That was my bad experience with adolescence, though there were still lots of good experience too.
Analisa :
Orientation : Paragraf pertama, (I had my adolescence when I was thirteen)
Events : Paragraf kedua dan ketiga.
Reorientation : Paragraf keempat (terakhir)
Contoh Recount Text (2) - Liburan
My Holiday in Bali
ditulis oleh Annisa Aulia Saharani
When I was 2nd grade of senior high school, my friends and I went to Bali. We were there for three days. I had many impressive experiences during the vacation.
First day, we visited Sanur Beach in the morning. We saw the beautiful sunrise together. It was a great scenery. Then, we checked in to the hotel. After prepared our selves, we went to Tanah Lot. We met so many other tourists there. They were not only domestic but also foreign tourists.
Second day, we enjoyed the day on Tanjung Benoa beach. We played so many water sports such as banana boat, jetsky, speedboat etc. We also went to Penyu island to see many unique animals. They were turtles, snakes, and sea birds. We were very happy. In the afternoon, we went to Kuta Beach to see the amazing sunset and enjoyed the beautiful wave.
The last day, we spent our time in Sangeh. We could enjoy the green and shady forest. There were so many monkies. They were so tame but sometimes they could be naughty. We could make a close interaction with them. After that, we went to Sukowati market for shopping. That was my lovely time. I bought some Bali T-Shirt and souvenirs.
In the evening, we had to check out from the hotel. We went back home bringing so many amazing memories of Bali.
Contoh Recount Text (3) - Liburan
A Beautiful Day at Jogja
ditulis oleh Arsianti Dewi
Last week, my friends and I went to Jogja. We visited many places.
First, we visited Parangtritis beach. The sun shone brightly and the scenery was very beautiful there. We felt the wind blew across to us. We also saw a lot of people in that beach. There werw many birds flew in the sky. Also, there were many sellers who sold many kinds of souvenirs. Second, we visited Gembira Loka Zoo. We saw many kinds of animals there such as monkeys, tigers, crocodiles, snakes, etc. We looked around in that Zoo, and also took pictures of those animals. Then, we felt hungry, so we went to a restaurant. As soon as we finished our lunc, we decided to go home.
For me, that was a beautiful day. we really enjoyed it, and I hope I could visit Jogja again.
Contoh Recount Text (4) - Pengalaman
My First Experience to Ride Motorcycle
ditulis oleh Resdwitarini
One day, when I was ten years old, my father bought an old motorcycle. That was " Honda 75". I think it was small light object and easy to ride it. I persuaded my father to teach me to ride " Honda 75 ". Firstly, my father refused my request and promised that he would teach me two or three years later, but I still whimpered. Finally, my father surrendered and promised to teach me.
He began to teach me riding the motorcycle around a field in my village. My father was very patient to give me some directions. I was very happy when I realized my ability to ride a motorcycle. " Yes, I can ".
One day later, when I was alone at home, I intended to try my riding ability. So, myself tried bravely. All ran fluently in the beginning, but when I was going back to my home and I must passed through a narrow slippery street, I got nervous. I lost my control and I fell to the ditch.
After that, I told my father about the last accident. I imagined my father would be angry and never let me ride again. But the reality is exactly on the contrary, my father was very proud of me. He just gave me some advices and since that accident, I got my father's permission to ride motorcycle.
Contoh Recount Text (5) - Diary
A Page from A Girl's Diary
ditulis oleh Pratama Lysa Hapsari
Tuesday, September 30th, 2008
It was takbiran night. It was also my birthday, and nothing happened. Or I had thought nothing would happen, but I was wrong.
That night, I was watching television with my family when I heard someone lit fireworks in my front yard. I peeped trough my window glass but could see nothing. It was very dark outside. Then I thought it had to be my cousins who lit the fireworks. Then I plopped down on my sofa again and tried to concentrate on the television since my mind raced with disappointment that no one gave something special on my birthday. I shrugged, it was almost the end of the day and I became pessimist. Five minutes later my mobile beeped. It was a text from my friend asking me to come out. Wondering what was going on, I grabbed my jacket and hurried to the front door. I was surprised to see her bring a bag full of firework and fire drills. Next I was surprised to see my other friend come out from the darkness. She brought a beautiful birthday cake on her hands. Oh my God! I shrieked. Then they gave the cake to me who was too stunned to say anything. I realized I was blushing furiously because my whole family was watching. Not to mention my neighbors too!
A plain day, or I thought it was before, turned out to be one of the greatest moment in my life. I didn’t even know how to describe what I felt. Happy was the simplest word.
Mudah bukan? Intinya dalam recount text ini isi cerita biasanya berurutan, seperti contoh-contoh di atas, itu saja.
Rabu, 11 April 2012
Musik tradisional
Musik tradisional adalah musik yang hidup di masyarakat secara turun temurun, dipertahankan sebagai sarana hiburan. Tiga komponen yang saling memengaruhi diantaranya Seniman, musik itu sendiri dan masyarakat penikmatnya. Sedangkan maksudnya untuk memper-satukan persepsi antara pemikiran seniman dan masyarakat tentang usaha bersama dalam mengembangkan dan melestarikan seni musik tradisional. Menjadikan musik tradisional sebagai perbendaharaan seni di masyarakat sehingga musik tradisional lebih menyentuh pada sektor komersial umum.
Kegiatan ini diharapkan mampu memberi kontribusi bagi peserta juga kepada masyarakat luas sehingga musik tradisional dapat berperan sebagai hiburan untuk menjalankan bisnis para pengusaha. Musik Tradisional juga adalah musik yang berkembang secara tradisional di kalangan suku-suku tertentu.
Karya
§ English Folk Songs from the Southern Appalachians. Collected by Cecil J. Sharp. Ed. Maud Karpeles. 1932. London. Oxford University Press.
§ Karpeles, Maud. An Introduction to English Folk Song. 1973. Oxford. Oxford University Press.
§ Sharp, Cecil. Folk Song: Some Conclusions. 1907. Charles River Books
§ Bronson, Bertrand Harris. The Ballad As Song (Berkeley: University of California Press, 1969).
§ Bronson, Bertrand Harris. The Traditional Tunes of the Child Ballads, with Their Texts, According to the Extant Records of Great Britain and North America, 4 volumes (Princeton and Berkeley: Princeton University and University of California Presses, 1959, ff.).
§ Bronson, Bertrand Harris. The Singing Tradition of Child's Popular Ballads (Princeton: Princeton University Press, 1976).
§ Poladian, Sirvart. "Melodic Contour in Traditional Music," Journal of the International Folk Music Council III (1951), 30-34.
§ Poladian, Sirvart. "The Problem of Melodic Variation in Folksong," Journal of American Folklore (1942), 204-211.
§ Rooksby, Rikky, Dr Vic Gammon et al. The Folk Handbook. (2007). Backbeat
Musik tradisional
Musik tradisional adalah musik yang hidup di masyarakat secara turun temurun, dipertahankan sebagai sarana hiburan. Tiga komponen yang saling memengaruhi diantaranya Seniman, musik itu sendiri dan masyarakat penikmatnya. Sedangkan maksudnya untuk memper-satukan persepsi antara pemikiran seniman dan masyarakat tentang usaha bersama dalam mengembangkan dan melestarikan seni musik tradisional. Menjadikan musik tradisional sebagai perbendaharaan seni di masyarakat sehingga musik tradisional lebih menyentuh pada sektor komersial umum.
Kegiatan ini diharapkan mampu memberi kontribusi bagi peserta juga kepada masyarakat luas sehingga musik tradisional dapat berperan sebagai hiburan untuk menjalankan bisnis para pengusaha. Musik Tradisional juga adalah musik yang berkembang secara tradisional di kalangan suku-suku tertentu.
Karya
§ English Folk Songs from the Southern Appalachians. Collected by Cecil J. Sharp. Ed. Maud Karpeles. 1932. London. Oxford University Press.
§ Karpeles, Maud. An Introduction to English Folk Song. 1973. Oxford. Oxford University Press.
§ Sharp, Cecil. Folk Song: Some Conclusions. 1907. Charles River Books
§ Bronson, Bertrand Harris. The Ballad As Song (Berkeley: University of California Press, 1969).
§ Bronson, Bertrand Harris. The Traditional Tunes of the Child Ballads, with Their Texts, According to the Extant Records of Great Britain and North America, 4 volumes (Princeton and Berkeley: Princeton University and University of California Presses, 1959, ff.).
§ Bronson, Bertrand Harris. The Singing Tradition of Child's Popular Ballads (Princeton: Princeton University Press, 1976).
§ Poladian, Sirvart. "Melodic Contour in Traditional Music," Journal of the International Folk Music Council III (1951), 30-34.
§ Poladian, Sirvart. "The Problem of Melodic Variation in Folksong," Journal of American Folklore (1942), 204-211.
§ Rooksby, Rikky, Dr Vic Gammon et al. The Folk Handbook. (2007). Backbeat
Musik Campursari yang ngetrend di tengah pecinta musik di Jawa khususnya dan di Indonesia umumnya sebenarnya bukan jenis musik baru muncul dan merebak di akhir tahun 1990-an. Pada pertengahan tahun 1960-an sampai tahun 1970-an Campurasri sudah ada di tanah jawa. Campursari pada tahun-tahun itu, yang melakukan siaran di RRI Semarang dengan vokalisnya almarhum S. Dharmanto mendendangkan lagu-lagu langgam Jawa. Apa yang dilakukan oleh S.Dharmanto itu adalah menunjukan bahwa campursari pernah dikenal oleh masyarakat Jawa.
Dalam kaitan gamelan dan lagu Jawa, di tahun-tahun 1930-an, di kalangan gerejani mencoba menggabungkan lagu gereja dengan gamelan. Bahkan hingga sekarang perpaduan antara gamelan dan lagu gereja dan syair-syair Jawa masih bisa di jumpai.
Selasa, 10 April 2012
| Kitab Suci | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kitab suci agama Hindu disebut Weda. Adapun kata Weda ini berasal dari bahasa Sanskerta dari akar kata "Wid" berkembang menjadi kata WEDA atau WIDYA yang berarti pengetahuan. Sebagai kitab suci kata Weda mengandung pengertian himpunan ilmu pengetahuan suci yang bersumber dari Sang Hyang Widhi Wasa diterima atau didengar oleh para Maha Resi dalam keadaan samadhi. Oleh karena itu disebut juga Sruti yang berarti Sabda suci yang didengar (wahyu). Jadi Weda merupakan himpunan wahyu- wahyu Tuhan.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Resi / Maha Resi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Avatara | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Langganan:
Postingan (Atom)