Minggu, 19 Februari 2012

Kondisi Penduduk Indonesia

§  Penduduk adalah orang atau orang-orang yang mendiami suatu tempat. Yang dimaksud penduduk Indonesia berarti semua orang yang bertempat tinggal di Indonesia. Penduduk Indonesia mencangkup warga negara Indonesia dan warga negara asing yang telah berdiam paling sedikit 6 bulan (180 hari) di Indonesia.

§  Berkenan dengan hal kependudukan, Indonesia menghadapi 3 masalah utama, yaitu :
§  1. Jumlah Penduduk yang Besar
§  2. Pertumbuhan Penduduk yang Tinggi
§  3. Penyebaran Penduduk yang Tidak
§  merata
§  1. Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk

§  Berdasarkan Survei Penduduk Antarsensus (SUPAS) BPS tahun 2005 , diperkirakan jumlah penduduk Indonesia adalah 218.868.791 jiwa dan laju pertumbuhan tercepat dimiliki oleh Kep. Riau dengan 4,99%. Jumlah penduduk terbanyak dimiliki oleh Jabar dengan 38.965.440 jiwa, dan terkecil dimiliki oleh Papua Barat dengan 643.012 jiwa

§  2. Susunan Penduduk


§  Susunan dan komposisi penduduk Indonesia dapat dilihat dari kelompok umur dan jenis kelaminnya.Diketahui, penduduk indonesia kebanyakan berusia 5-9 tahun dan, penduduk berusia 75 tahun+ jumlahnya paling sedikit di indonesia.

§  3. Persebaran dan Kepadatan Penduduk
§  Indonesia memiliki masalah persebaran penduduk yang tidak mau merata pada masing-masing pulau atau provinsi. Persebaran penduduk berkaitan dengan kepadatan penduduk.

§  Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk dalam setiap wilayah seluas satu kilometer persegi (1 km2).




§  4. Tingkat Pendidikan

§  Tingkat pendidikan penduduk Indonesia dapat dikelompokkan menurut kelompokumur dan jenjang pendidikan tertinggi yang berhasil ditamatkan.Penduduk Indonesia yang pendidikannya hingga perguruan tinggi sebanyak 2,52%. Sedangkan yang pendidikannya sampai SD sebanyak 32,08%,. Ini membuktikan bahwa pendidikan penduduk Indonesia masih rendah.


§  5. Kondisi Sosial Budaya
§  Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa. Oleh sebab itu, di Indonesia terdapat berbagai adat istiadat. Bermacam-macamnya budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus kita jaga. Berikut ini beberapa pola kebudayaan yang ada di Indonesia.

§  a. Pola Kebudayaan di Pulau Sumatra
§  1. Suku Batak
§  Suku Batak merupakan suku bangsa yang terdapat di Sumatra Utara. Suku Batak terdiri atas : Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungan, dll. Daerah persebaran suku Batak meliputi daeranh pegunungan yang ada di provinsi Sumut. Agama yang terdapat di suku tersebut mayoritas Nasrani dan Islam, tetapi ada juga sebagian kecil yang menganut sistim kepercayaan animisme. Adapun sistem kekerabatan yang suku Batak, yaitu  patrilinier.

§  2. Suku Minangkabau
§  Suku Minangkabau, suku yang mendiami di provinsi Sumatra Barat meliputi kabupaten Tanah Datar, Agam, dan Lima Puluh Kota. Agama mayoritas Islam. Sistem kekerabatan suku Minangkabau adalah matrilinieal  (kekerabatan berdasarkan garis keturunan ibu). Tarian khas suku Minangkabau, yaitu Tari Lilin, tari Piring, dan tari Serampang Dua Belas. Alat musik suku Minangkabau , yaitu Talepong dan Saluang.

§  2. Suku Flores
§  Suku bangsa yang mendiami pulau Flores, yaitu suku Flores. Daerah persebaran suku Flores meliputi pulau Flores yang berada di NTT. Suku Flores terdiri dari beberapa subsuku, yaitu Manggarai, Riung, Ngada, dll. Agama mayoritas Katolik, tapi juga ada yang sebagian kecil beragama Islam dan Kristen Protestan
§  b. Pola Kebudayaan di Pulau  Jawa

§  1. Suku Jawa
§  Suku bangsa yang mendiami Pulau Jawa bagian tengah dan timur, yaitu suku Jawa. Daerah persebaran suku Jawa meliputi provinsi Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur. Agama mayoritas Islam, tetapi juga ada yang Nasrani. Sistem kekerabatan suku Jawa adalah birateral atau parental. Tarian khas suku Jawa, yaitu tari Serimpi, tari Bambang Cakil, tari Ngemo, dll. Di suku Jawa juga terdapat seni pewayangan, yaitu Wayang Kulit, Wayang Orang, Wayang Purwa, dll.

§  2. Suku Sunda
§  Suku Sunda merupakan suku yang mendiami wilayah provinsi Jawa Barat dan provinsi Banten. Daerah persebaran suku Sunda meliputi daerah-daerah di provinsi Jawa Barat. Misalkan Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Bandung, dll. Sistem kekerabatannya, yaitu bilateral (parental) dan ambilinieal. Ambilinieal merupakan sistem kekerabatannya sebagian dari keturunan ibu dan sebagian dari keturunan ayah.


§  c. Pola Kebudayaan di Pulau  Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara

§  1. Suku Bali
§  Suku Bali merupakan kelompok orang-orang yang terikat oleh kesadaran akan kesatuan budayanya. Daerah persebaran suku Bali meliputi provinsi Bali. Agama suku Bali mayoritas Hindu, tetapi sebagian kecil ada yang beragama Islam dan Nasrani.Sistem kekerabatan suku Bali yaitu patrilinieal. Bali sangat terkenal di mancanegara karena keanekaragaman seni dan keindahan alamnya.

§  d. Pola Kebudayaan di Pulau Kalimantan dan Sulawesi


§  1. Suku Dayak
§  Suku Dayak yang merupakan penduduk asli Pulau Kalimantan. Suku Dayak tersiri dati subsuku, yaitu :
§  a). Dayak Ngaju atau Ola Ngaju;
§  b). Dayak Kayan;
§  c). Dayak Maanyan Siung;
§  d). Dayak Kenyah;
§  e). Dayak Punan.
§  Sistem kepercayaan suku Dayak, yaitu animisme yang disebut Kaharingan. Sistem kekerabatan suku Dayak, yaitu ambilinieal.

§  2. Suku Bugis
§  Suku Bugis terkenal sebagai pelaut yang tangguh. Daerah persebaran suku Bugis meliputi beberapa kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, yaitu Kabupaten Kulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, dll. Agama suku Bugis mayoritas Islam. Sistem kekerabatannya, yaitu parental atau bilateral.

§  e. Pola Kebudayaan di Kepulauan Maluku dan Pulau Papua


§  1. Suku Togutil
§  Suku Togutil merupakan salah satu suku yang ada di Kepulauan Maluku. Suku Togutil biasanya membuat permukiman di tepi sungai. Daerah persebaran suku Togutil meliputi pulau Halmahera, ini termasuk wilayah provinsi Maluku Utara. Kepercayaan suku Togutil, yaitu animisme dan dinamisme. Sistem kekerabatannya, yaitu bilateral dan ambilinieal2. Suku Dani

§  Suku Dani merupakan suku bangsa yang mendiami daerah pedalaman di pulau Papua. Daerah persebaran suku Dani meliputi Lembah Baliem bagian timur, dan barat. Lembah Baliem  ini terletak di tengah Pegunungan Jayawijaya. Sistem kepercayaan suku Dani, yaitu animisme. Sistem kekerabatannya, yaitu patrilinieal.


§  3. Suku Asmat
§  Suku Asmat tinggal di dataran rendah yang berawa-rawa dan berlumpur. Mereka mendirikan pemukiman dan kampung-kampung di pinggir sungai. Suku Asmat terdiri dari beberapa subsuku, yaitu Unisurau, Bismam, Simai, Emari Ducur, dll. Daerah persebaran suku Asmat meliputi Papua bagian selatan. Tepatnya di daerah sekitar Sungai Aswest, Pomast, Undir, dll. Sistem kepercayaan suku Asmat, yaitu animisme dan dinamisme. Sistem kekerabatannya, yaitu patrilinieal.

mantap

BANJIR

            Banjir sering terjadi pada waktu hujan dengan curah hujan yang tinggi. Banjir merupakan genangan air yang meliputi daerah yang cukup luas karena sungai tidak mampu lagi menampungnya. Banjir dapat merusak saluran irigasi, jembatan, jalan raya, jalan kereta api, rumah penduduk dan areal pertanian. Di samping itu, hewan dan manusia dapat menjadi korban atau mati akibat banjir yang besar.
            Faktor-faktor lingkungan yang dapat menyebabkan banjir, antara lain penggundulan hutan secara liar, pembuangan sampah di sembarang tempat, tanah perkotaan banyak tertutup semen beton dan aspal sehingga air hujan sulit meresap, serta rusaknya tanggul-tanggul sungai.



5. GUNUNG MELETUS

Material gunung api juga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan sekitar. Peristiwa itu, antara lain disebabkan :
1.     Lava dan lahar panas merusak apa saja yang dilewati
2.     Lahar dingin dapat merusak areal pertanian dan daerah pemukiman penduduk serta bangunan-bangunan lainnya
3.     Debu-debu gunung api yang bertebaran di udara dapat menghalangi radiasi matahari
4.     Sumber-sumber air menjadi kering dan tumbuhan-tumbuhan banyak yang mati
5.      Gunung api yang meletus dahsyat dapat menimbulkan korban jiwa








6.GEMPA BUMI

Gempa bumi adalah suatu getaran atau gerak kulit bumi sebagai akibat tenaga endogen. Gempa bumi dapat berupa gempa vulkanik, gempa tektonik dan gempa terban (runtuhan). Kerusakan lingkungan akibat gempa bumi, antara lain sebagai berikut :
1.     Jalan raya, jembatan, rumah penduduk, dan bangunan rusak
2.     Permukaan bumi berserakan, banyak tanah patah sehingga jaringan telepon rusak dan tidak berfungsi
3.     Gempa bumi yang terjadi di laut dapat menimbulkan gelombang yang besar ( Tsunami ) sehingga membahayakan perjalanan kapal laut dan pemukiman daerah pantai

7. ANGIN TOPAN

Angin topan adalah angin yang berembus dengan kecepatan yang sangat kuat. Jika disertai hujan disebut badai. Kerusakan lingkungan akibat angin topan, antara lain sebagai berikut :
1.     Rumah-rumah yang kurang kuat terbawa sampai beberapa kilometer
2.     Bangunan rumah tembok dan gedung-gedung rusak atapnya, bahkan ada yang roboh
3.     membahayakan pesawat helikopter dan penerbangan udara
4.     merusak areal hutan, perkebunan, dan pertanian
5.     menggulingkan kereta api dari relnya dan mobil terguling yang kesemuanya mengancam jiwa manusia
6.     menimbulkan ombak yang besar sehingga dapat menenggelamkan kapal laut

D. CONTOH USAHA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

Bagi Indonesia yang sedang membangun, berbicara tentang sumber daya alam hayati dan ekosistemnya tidak boleh terlepas dari konteks pembangunan nasional. Pembangunan nasional dilaksanakan bertahap dan simultan. Pada tiap tahap diharapkan dapat dicapai kemajuan dan keselarasan. Seorang pakar sejarah perkembangan pembangunan telah mengingatkan bahwa pada umumnya negara-negara berkembang,di dalam membentuk tenaga pendorong pembangunan beban terbesar dipikul pada sumber daya alam yang dimiliki, dimana pada tingkat awal akan lebih cenderung pada usaha-usaha ekstraktif.

1.     SIFAT ATAU CIRI-CIRI SUMBER DAYA ALAMI

a.     Persebaran yang tidak merata
Persebaran geografis sumber daya alam biasanya tidak merata lokasinya. Dalam negar yang luas seperti Indonesia, ketidakmerataan sumber daya ala mini terlihat dengan nyata.

b.     Sifat Ketergantungan Antarsumber Daya Alam
Sumber daya alam mempunyai sifat saling ketergantungan satu sama lain sehingga suatu tindakan ataupu  perlakuan terhadap sesuatu sumber daya alam, efeknya akan terasa pada sumber daya alam yang lain. Pengambilan sumber alam harus dipertimbangkan dampak negative terhadap lingkungan hidup manusia.



Sabtu, 18 Februari 2012

Sistem Pemerintahan Indonesia dan Peran Lembaga Negara

1. Sistem Pemerintahan Indonesia

Setiap negara yang merdeka dan berdaulat pasti memiliki pemerintahan yang sah. Pemerintahan dapat diartikan sebagai :

a. Gabungan dari keseluruhan alat perlengkapan negara secara luas,

baik legislatif, eksekutif, maupun yudikatif.

b. Lembaga negara yang menyelenggarakan pemerintahan (kekuasaan eksekutif).

Pemerintah sebagai suatu sistem sehingga disebut sistem pemerintahan di dalam negara yang merdeka dan berdaulat adalah gabungan dari keseluruhan alat perlengkapan negara yang mengelola negara dalam rangka mencapai cita-cita atau tujuan negara.

Sistem pemerintahan Indonesia diatur berdasarkan UUD 1945. Di dalam UUD 1945 diatur berbagai lembaga negara yang bertanggung jawab mengelola negara beserta aturan-aturan dasar yang harus ditepati.

2. Peran Lembaga Negara Sebagai Pelaksana Kedaulatan Rakyat

Kedaulatan rakyat di Indonesia berdasarkan UUD. Undang –Undang Dasar yang berlaku di Indonesia adalah UUD 1945, Berdasarkan UUD 1945, Kedaulatan rakyat di Indonesia dilaksanakan oleh lembaga-lembaga negara.

a. Keterlibatan Rakyat dalam Pelaksanaan Kedaulatan

Meskipun dilaksanakan oleh lembaga-lembaga negara, rakyat tetap melaksanakan kedaulatannya dengan cara memilih dan menjadi :

1) Anggota MPR, DPR, dan DPD

2) Presiden dan Wakil Presiden

3) Anggota DPRD dan Kepala Daerah

4) Penyampai aspirasi atau pendapat kepada lembaga-lembaga negara

B. Lembaga Pemegang dan Pelaksana Kedaulatan Rakyat di Indonesia

Untuk lebih memahami system pemerintahan dan peranan lembaga negara sebagai pelaksana kedaulatan rakyat, perhatikan bagan berikut.




Untuk lebih memahami lembaga-lembaga di atas, ikutilah pembahasan di bawah

Ini

1. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)

a) Dasar Pembentukan

(1) UUD 1945 Pasal 2 dan 3

(2) UU Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum

(3) UU Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, DPD, dan DPRD

b) Kedudukan

Kedudukan MPR sebagai lembaga negara yang menjadi permusyawaratan rakyat. MPR bukan lagi sebagai lembaga tertinggi negara, seperti pada ketentuan UUD 1945 sebelum amandemen, melainkan sebagai lembaga negara.

c) Keanggotaan

Anggota MPR terdiri atas anggota DPR dan DPD yang dipilih melalui pemilihan umum.

e) Hak

Dalam rangka menjalankan tugas dan wewenangnya, anggota MPR diberi hak sebagai berikut.

(1) Mengajukan usul perubahan pasal-pasal dalam undang-undang dasar.

(2) Menentukan sikap dan pilihan dalam pengambilan putusan.

(3) Memilih dan Dipilih.

(4) Membela diri.

(5) Imunitas.

(6) Protokoler.

(7) Keuangan dan administrasi.

f) Kewajiban Anggota MPR

(1) Mengamalkan Pancasila.

(2) Melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan peraturan perundang-undangan.

(3) Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kerukunan nasional.

(4) Mendahulukan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan.

(5) Melaksanakan peranan sebagai wakil rakyat dan wakil daerah.

g) Sidang MPR

Untuk menjalankan tugasnya, MPR bersidang sedikitnya sekali dalam 5 Tahun di ibu kota negara, Jakarta. Setiap keputusan yang diambil berdasarkan atas suara terbanyak.



PENGGUNAAN MENU DAN IKON PADA PERANGKAT LUNAK PENGOLAH BASIS DATA PENGGUNAAN MENU DAN IKON PADA PERANGKAT LUNAK PENGOLAH BASIS DATA

BAB IV
PENGGUNAAN MENU DAN IKON
PADA PERANGKAT LUNAK PENGOLAH BASIS DATA



Kompetensi Dasar         :     Membuat dokumen pengolah basis data sederhana

Indikator                         :     -     Membuat Objek Tabel
-          Membuat Objek Queries
-          Membuat Objek Form
-          Membuat Objek Report
                                            




A.          Pengantar

         Pada materi ini akan diberikan cara mengolah database sederhana dengan langkah prosedur yang sangat sederhana. Database sederhana yang dimaksud adalah materi yang dikembangkah hanya sebatas pada pengolahan data yaitu membuat objek tabel, queries, form, dan report. Adapun objek yang lain tidak diberikan pada materi ini karena akan sulit dilakukan dijenjang SMP dan pengembangan akan diberikan pada jenjang sekolah berikutnya.
         Pengelolaan data sangatlah dibutuhkan dalam kegiatan apapun, terutama dalam pengorganisasian data seperti pada lingkup persekolahan, misalnya  pengolahan data siswa, guru, pegawai, peminjaman buku, nilai siswa dsb.  Contoh lain kalian dapat membuat database tentang biodata keluarga, maka informasi apapun tentang keluarga akan mudah diperoleh dengan cepat.
         Bab sebelumnya telah disinggung bahwa database yang digunakan adalah Microsoft Access, hal ini untuk memudahkan peserta didik  untuk mempelajarinya, karena perangkat lunak ini lebih mudah dikenal dibanding dengan program database lainnya.


B.           Membuka Jendela Microsoft Access

   Menjalankan Program Microsoft Access:
Gambar 15. Memulai Microsoft Excel


1.      Klik Start yang ada pada taksbar menu
2.      Setelah muncul sejumlah menu, klik Program/ All Program
3.      Klik Microsoft Office bila menggunakan Ms. Access 2003
4.      Klik Microsoft Office Access 2003
5.      Jika di Desktop terdapat Shortcut  Microsoft Office Access 2003, maka kemudian dapat pula langsung dilakukan double klik pada Shortcutnya. Maka akan tampil jendela program Microsoft Access  seperti yang tampak pada gambar.
 












6.      Pilihlah Blank Database, maka tampil kotak dialog File New Dokumen.

Gambar 16. Task Pane New


Gambar 17. Kotak dialog membuat nama file database

7.      Menentukan letak folder tempat dokumen/file
8.      Membuat nama file database sebagai contoh  biodata siswa, file yang tersimpan  dalam format standart Access yaitu mdb. Maka akan tampil kotak dialog objek database seperti yang tampak dalam gambar.



Gambar 16. Kotak dialog objek database


C.          Membuat Tabel Database

Table adalah sebuah lokasi informasi yang terstruktur, yang terdiri dari baris (rows) dan kolom (column), yang terdiri atas field, record, dan tipe data.

 

1. Field, Record, dan Tipe Data


Untuk mengenal lebih jauh tentang field, record, dan tipe data, perhatikan gambar berikut ini :

Field
 
 

Tabel 18. Contoh tabel
 

Nomor Induk
Nama Siswa
Tempat
Tanggal Lahir
18234
Afifah Nurfadillah
Jakarta
23 September 1995
18235
Abdul Azis
Bandung
1 Desember 1994
18236
Budiantoro
Yogyakarta
3 Maret 1995
18237
Sheila Putri
Bali
4 Pebruari 1995
Record
 


Keterangan:
Field adalah judul dari kolom dalam sebuah tabel
Record adalah data yang ada di dalam sebuah field
Tipe data adalah jenis-jenis data yang dikenal dalam sistem database

Tipe data yang dikenal oleh Access adalah :

a.        Text, adalah tipe data yang berisikan huruf atau kombinasi huruf dan angka. Tipe data ini memiliki panjang 255 karakter.
b.       Memo, adalah tipe data yang berisikan huruf atau kombinasi huruf dan angka. Tipe data ini memiliki panjang 65535 karakter.
c.        Number, adalah tipe data yang berisikan angka untuk perhitungan matematis. Tipe data ini memiliki panjang 1, 2, 4, atau 8 byte (1 byte = 1 karakter = 8 bit binary).
d.       Date/Time, adalah tipe data yang berisikan tanggal bulan dan tahun. Tipe data ini memiliki panjang 8 byte.
e.        Currency, adalah tipe data yang berisikan angka yang melibatkan 1 sampai 4 angka di belakang koma (desimal). Tipe data ini mampu terlibat dalam perhitungan sampai 15 digit di depan koma, dan 4 digit di belakang koma. Panjangnya 8 byte.
f.        AutoNumber, adalah tipe data yang berisikan angka yang mengalami increment (penambahan dengan skala kelipatan yang tetap). Defaultnya adalah 1. Panjangnya 4 byte.
g.       Yes/No, adalah tipe data yang berisikan jawaban yes/no, true/false, atau on/off. Panjangnya hanya 1 bit (bukan byte).
h.       OLE Object, adalah tipe data yang berisikan bermacam-macam object, seperti file Ms Word, spreadheet milik Ms Excel, grafik, gambar, dan sebagainya. Ukurannya tak terbatas, tergantung dari kapasitas hardisk.
i.         Hyperlink, adalah tipe data yang berisikan link ke sebuah objek atau situs web. Panjangnya 2048 karakter.

Selain type data diatas ada beberapa tipe data standart yang sangat familiar dalam bidang database dan  memiliki nama yang berbeda dari yang dikenal Access, akan tetapi Access juga dapat mengenali tipe data standart tersebut.

Tipe data yang dimaksud adalah :
a.        Char (karakter).
b.       String (kumpulan karakter).
c.        Integer (angka).
d.       Long Integer (angka).
e.        Dan sebagainya.

2. Menjalankan Objek Table

Untuk membuat tabel di Access, perhatikan langkah-langkah berikut ini :

a.        Buka file database yang telah dibuat sebelumnya, maka secara otomatis Access akan membuka kotak dialog seperti di bawah ini.
                

Gambar 18. Objek Tables

b.       Klik objek table, maka akan tampil ikon perintah objek table.
c.        Klik dua kali Create Table in Design view
Selanjutnya akan muncul kotak dialog seperti berikut ini :


                
Gambar 19. Desain tabel


Perhatikan! Kalian akan diminta untuk mengisi nama field (field name) dan menentukan tipe data untuk field tersebut. Pada bagian field size, kalian dapat mengatur berapa ukuran maksimal record yang anda izinkan untuk diisikan di field tersebut. Defaultnya adalah 50 karakter.

d.       Menambah Primary Key pada tabel dengan cara meng-klik kanan pada field dan pilih  maka field menjadi Primary Key. Sebagi contoh field nomor induk menjadi Primary Keynya


Gambar 20. Primary Key



PrimaryKey adalah field yang berisikan record yang unik (tidak ada yang sama persis dalam satu tabel), yang menjadikannya kunci untuk mengidentifikasikan record-record yang ada di dalam tabel tersebut

e.        Jika anda ingin menambahkan atau menghapus field yang telah anda buat, maka anda dapat melakukannya dengan klik kanan pada field yang anda maksudkan, kemudian pilih insert rows (untuk menyisipkan field baru) atau delete rows (untuk menghapus field).
                                     
Gambar 21. Penyisipan dan menghapus baris


f.        Untuk menyimpan table dapat meng-klik File, Save, atau dengan meng-klik Ikon  maka tampil kotak dialog save table, ketik nama objek tabel sebagai contoh siswa. Klik OK


Gambar 22. Kotak dialog menyimpan tabel


Dari proses menjalankan objek table tersebut di atas, maka pada layar anda akan tampak tabel siswa yang baru saja kalian buat.


                   
Gambar 23. Contoh objek Tables siswa


Dengan cara yang sama, silakan anda buat tabel bernama “Nilai” dengan field Nomor Induk, Nama Siswa, Nilai B_Indonesia, Nilai Mat, dan Nilai B_Inggris.

                       

Gambar 24. Contoh objek Tables nilai



g.       Untuk mengisi tabel yang sudah anda buat, klik dua kali  tabel yang bersangkutan, maka tampil tabel berikut:




Gambar 25. Contoh bentuk tabel yang dihasilkan
h.       Tata cara dalam mengedit tabel dapat dilakukan dengan cara klik tabel yang diinginkan dan klik  atau klik kanan pada tabel yang ingin anda edit, kemudian pilih .

                        
Gambar 26. Menu dan ikon Design


D.          Membuat Query Database

Query adalah fasilitas standar yang diberikan oleh setiap aplikasi database, yang digunakan untuk menampilkan atau memilih data tertentu dari satu atau beberapa tabel untuk keperluan laporan atau untuk diolah lagi dalam operasi matematika.Query ini dibuat dalam bentuk text dengan aturan baku, yang dikenal dengan nama SQL (Structured Query Language).

Langkah-langkah yang harus anda lakukan dalam membuat sebuah query di Access adalah sebagai berikut :


Gambar 27. Objek Queries

1.      Klik objek Queries, klik dua kali, kemudian akan tampil seperti gambar berikut.


Gambar 28. Kotak dialog Show Table

2.      Klik Add untuk tabel nilai dan Klik Add untuk tabel siswa. Selanjutnya akan tampil Desaign Queris.





Gambar 29. Desain objek Query


3.      Pilihlah field-field mana saja yang anda ingin tampilkan dalam query, sebagai contoh field yang ditampilkan adalah Nomor Induk, Nama Siswa, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, Nilai B_Indonesia, Nilai Matematika, dan Nilai B_Inggris.
4.      Simpanlah query dengan nama Nilai Siswa, dengan cara klik ikon , maka akan tampil seperti gambar berikut.


Gambar 30. Objek Query Nilai siswa

5.      Untuk melihat hasil Query dapat dilakukan dengan cara klik dua kali pada , maka akan tampil Query berikut:



Gambar 31. Bentuk Objek Query Nilai siswa yang dihasilkan

Query terdiri atas beberapa jenis, yaitu query untuk menampilkan record (seperti yang sudah anda praktekkan), query untuk menambah record (append data), query untuk merubah record (update data), dan query untuk menghapus record (delete data). Untuk query menambah, mengubah, dan menghapus record dapat lebih anda pahami setelah anda belajar SQL Language.

E.           Membuat Form Database

Form adalah fasilitas database yang disediakan Access menampilkan isian data dalam bentuk familiar dan menarik  yang  tidak menguasai tabel dan database.

Langkah-langkah yang harus anda lakukan dalam membuat sebuah Form di Access adalah sebagai berikut :


Gambar 32. Objek Form

1.      Klik objek Form, klik dua kali , maka akan tampil seperti gambar berikut.

                       

                                                                                    Pilihan tabel
                                                                                                                Field-field yang terdapat dalam tabel
                                                                                                                Memindahkan field satu persstu ke Selected Field
                                                                                                                Memindahkan seluruh field ke Selected Field
                                                                                                                Field-field hasil seleksi yang digunakan untuk field Form

Gambar 33. Memilih tabel dan field pada Form


Gambar 34. Hasil pemilihan tabel dan field pada Form

2.      Pindahkan seluruh field yang disediakan pada tabel dengan meng-klik  ke Selected Field, seperti tampak pada gambar dan klik , maka akan tampil kotak dialog seperti gambar berikut.


Gambar 35. Layout Form

3.      Langkah selanjutnya adalah memilih layout form seperti yang tampak dalam gambar, pilih Coloumnar kemudian klik Next, maka tampil kotak dialog berikut:



Gambar 36. Model Form


4.      Klik Blueprint untuk memilih model tampilan form dan klik Next untuk langkah berikutnya.


Gambar 37. Memberi nama objek Form

5.      Ketiklah judul objek Form contohnya data siswa, dan klik Finish untuk mengakhiri pengaturan Form. Maka hasilnya tampak seperti gambar dibawah ini.


Gambar 38. Objek Form yang dihasilkan









F.           Membuat Report Database

Report adalah fasilitas yang disediakan Access untuk mempermudah membuat laporan yang standart, atau dengan bentuk laporan yang diinginkan sesuai dengan fasilitas yang disediakan.

Langkah-langkah yang harus anda lakukan dalam membuat sebuah Report di Access adalah sebagai berikut :

                        
Gambar 39. Objek Report

1.      Klik objek Report, klik dua kali , maka akan tampil seperti gambar berikut.


Gambar 40. Memilih tabel/queries, field untuk Report

2.      Pilih tabel atau query yang tersedia, pilih juga field yang diinginkan dan klik Next seperti yang tampak dalam gambar query yang dipilih adalah nilai siswa, maka report yang akan dihasilkan adalah laporan yang diingin bersumber dari objek query


Gambar 41. Hasil pemilihan tabel/queries, field untuk Report

3.      Langkah selanjutnya adalah memunculkan kotak dialog yang akan memberikan pilihan kepada anda bagian mana saja yang akan digroup, dan bagian mana yang akan diprioritaskan, klik Next


Gambar 42. Memilih Group field
4.      Kotak dialog berikut adalah pilihan untuk mengurutkan data record pada tampilan report, seperti contoh urutan data yang diinginkan berdasarkan urutan nama siswa dengan abjad A s.d. Z (Ascending). Kemudian Klik Next


Gambar 43. Sorting record pada Report

5.      Langkah berikutnya adalah memilih layout dan orientasi tampilan objek Report. Kemudian Klik Next


Gambar 44. Layout dan orientasi Report

6.      Langkah selanjutnya adalah memilih model tampilan objek Report, seperti pada gambar memilih model Casual, kemudian Klik Next



Gambar 45. Model Report

7.      Langkah yang paling akhir adalah memberi judul objek Report, contoh Nilai Siswa, kemudian Klik Next


Gambar 46. Memberi nama Report


8.      Setelah melakukan pengaturan membuat Report, maka gambar berikut adalah Objek Report yang dihasilkan.



Gambar 47. Report yang dihasilkan