Selasa, 10 April 2012

Kitab Suci
Kitab suci agama Hindu disebut Weda. Adapun kata Weda ini berasal dari bahasa Sanskerta dari akar kata "Wid" berkembang menjadi kata WEDA atau WIDYA yang berarti pengetahuan. Sebagai kitab suci kata Weda mengandung pengertian himpunan ilmu pengetahuan suci yang bersumber dari Sang Hyang Widhi Wasa diterima atau didengar oleh para Maha Resi dalam keadaan samadhi. Oleh karena itu disebut juga Sruti yang berarti Sabda suci yang didengar (wahyu). Jadi Weda merupakan himpunan wahyu- wahyu Tuhan.

Weda Sruti:


Weda Sruti yaitu Weda dalam bentuk himpunan wahyu (Sruti), disebut juga Weda Samhita terdiri dari:
No.
Nama
Dihimpun oleh
Kelompok
1
Rig Weda
Maha Resi Pulaha
Catur Weda
2
Yajur Weda
Maha Resi Waisampayana
3
Sama Weda
Maha Resi Jaimini.
4
Atharwa Weda
Maha Resi Sumantu.




5
Bhagavad-Gita
Maha Resi Byasa.
Pancamo Weda.


Weda Smrti:


Weda Smrti yaitu tafsir dari Weda Sruti, disusun dengan maksud mempermudah mempelajarinya, terdiri dari dua kelompok yaitu:
No.
Kitab
Isinya
Kelompok
1
Siksa
ilmu tentang phonetics
Wedangga
2
Wyakarana
ilmu tata bahasa
3
Chanda
pengetahuan tentang lagu
4
Nirukta
pengetahuan tentang sinonim dan akronim
5
Jyotisa
ilmu astronomi
6
Kalpa
tentang ritual




1
Itihasa
ceritera- ceritera kepahlawanan (epos) terdiri dari Mahabarata dan Ramayana
Upaweda
2
Purana
himpunan ceritera- ceritera (mirip sejarah) tentang peristiwa- peristiwa tertentu dan tentang tradisi.
3
Arthasastra
pengetahuan tentang pemerintahan.
4
Ayurweda
ilmu obat- obatan.
5
Gandarwa Weda
ilmu tentang seni
6
Sarasamuçcaya dan Slokantara
tentang etika dan tata susila.

Resi / Maha Resi

Resi adalah orang yang atas usahanya melakukan tapa brata yoga samadhi, memiliki kesucian, terpilih oleh Tuhan, dapat menghubungkan diri dengan Tuhan, sehingga dengan kuasa- Nya dapat melihat hal yang sudah lampau, sekarang, dan yang akan datang, serta dapat menerima wahyu (Sruti). Istilah Resi sebenarnya tidak sama artinya dengan Pendeta, namun kadang- kadang diartikan sama, seperti terdapat di beberapa daerah. Untuk membedakan pengertian Resi sebagai Pendeta dan Resi sebagai Nabi, maka dipakailah istilah Maha Resi untuk menyatakan Resi sebagai Nabi.

Swayambhu
Bharadwaja
Wrhaspati
Krtyaya
Sandhyaya
Agastya
Wasistha
Tridhatu
Gotama
Wajrasrawa
Grtsamada
Kanwa
Trinawindhu
Aryadatta
Dharma
Wiswamitra
Narayana
Usana
Somayana
Parasara
Warmadewa
Prajapati
Tryaguna
Rutsa
Byasa
Atri
Hiranyagarbha
Dhananjaya
Sakri







Maha Resi Byasa beserta murid- muridnya terkenal karena karyanya membukukan (kodifikasi) kitab- kitab Weda, sehingga terhimpunlah kitab Catur Weda.

Avatara

Awatara adalah perwujudan Sang Hyang Widhi turun ke dunia untuk karya penyelamatan terutama pada saat dharma mengalami tantangan dan saat- saat adharma mulai merajalela. Bedanya dengan Maha Resi ialah bahwa Awatara itu adalah perwujudan Hyang Widhi yang turun ke dunia, sedangkan Maha Resi adalah manusia terpilih karena dapat meningkatkan jiwanya ke kesempurnaan sehingga dapat menerima wahyu. Dalam Wisnu Purana dikenal sepuluh perwujudan Sang Hyang Widhi Wasa dalam penyelamatan dunia ialah:

Awatara
Adalah Sanghyang Widhi Wasa turun ke bumi berwujud:
1
Matsya Awatara
Ikan yang maha besar
2
Kurma Awatara
Kura-kura (penyu) raksasa
3
Waraha Awatara
Badak Agung
4
Narasingha Awatara
manusia berkepala Singa, membunuh Raja Hirania Kasipu sebagai tokoh Adharma saat itu.
5
Wamana Awatara
Orang Kerdil yang membunuh Raja Bali sebagai tokoh Adharma.
6
Rama Parasu Awatara
Pandita yang selalu membawa kampak, memberi kesadaran kepada para kesatria untuk mengendalikan Dharma atau kepemimpinan dengan sebaik- baiknya.
7
Rama Awatara
putra Prabu Dasarata, guna membela dharma melawan adharma yang dipimpin oleh Rawana yang pasukannya terbasmi.
8
Krisna Awatara
sebagai putra Prabu Wasudewa dengan Dewi Dewaki menghancurkan Raja Kangsa dan Jarasanda golongan adharma pada saat itu.
9
Budha Awatara
sebagai putra Prabu Sudodana dengan Dewi Maya bertugas menyadarkan umat manusia, agar bebas dari penderitaan melalui jalan tengah di antara delapan cakram (putaran hidup).
10
Kalki Awatara.
penunggang kuda putih dengan membawa pedang terhunus dan akan membasmi makhluk yang adharma. Awatara ini adalah yang ke-10,
Menurut keyakinan kita beliau akan datang nanti bila adharma sudah betul- betul merajalela.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar